Bumi Jaya, 2 Juli 2026 – Pemerintah Desa Bumi Jaya melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun Anggaran 2026 yang bertempat di Aula Kantor Desa Bumi Jaya. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui perencanaan dan sinergi lintas sektor.
Rembuk Stunting dihadiri oleh unsur pemerintah desa, TPPS Desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tenaga kesehatan puskesmas angsau, pendamping desa, BPD, DPMD, KUA Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki peran dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan data kondisi stunting desa serta evaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan. Melalui forum ini, peserta bersama-sama membahas berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas intervensi, baik intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.
Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Bumi Jaya menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga keluarga memiliki peran penting dalam memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal
Pada kesempatan tersebut, perwakilan DPMD Kabupaten Tanah Laut menyampaikan materi mengenai Pos Pelayanan Standar Pelayanan Minimal (Pos 6 SPM) sebagai salah satu upaya pemerintah dalam memastikan pelayanan dasar kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal di tingkat desa. Materi ini menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga desa dalam memenuhi enam bidang pelayanan dasar yang menjadi Standar Pelayanan Minimal, sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan yang berkualitas dan merata.
Selain itu, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) memberikan sosialisasi mengenai pentingnya persiapan pernikahan yang matang, khususnya bagi calon pengantin. Materi yang disampaikan meliputi kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi dalam membangun keluarga, serta pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi sejak sebelum menikah sebagai langkah awal pencegahan stunting. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa upaya mencegah stunting dimulai sejak masa pranikah hingga 5 tahun pertama pernikahan. Kepala KUA juga menekankan pentingnya lintas sektor untuk bersama-sama menngawal penerbitan sertifikat catin dari elsimil.
Selain menjadi wadah evaluasi, Rembuk Stunting juga menjadi forum penyusunan komitmen bersama dalam mendukung program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, khususnya peningkatan gizi ibu hamil, balita, serta pemberdayaan keluarga melalui edukasi pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan langkah dan memperkuat koordinasi sehingga berbagai program yang telah direncanakan dapat terlaksana secara tepat sasaran. Dengan sinergi yang baik, Desa Bumi Jaya optimistis mampu mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.